Kamad: Teladani Kesederhanaan Santri

Kamad: Teladani Kesederhanaan Santri

Diunggah hari Kamis tanggal 22-10-2020 11:30:29 WITA

Banjarmasin  – “Teladani kesederhanaan santri karena kehidupan sosial dan proses pembelajaran di Pondok Pesantren itu syarat dengan kesederhanaan,” kata Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kota Banjarmasin H. Misran, Rabu (21/10/20).

Misran mengatakan bahwa kesederhanaan ini jauh lebih efektif untuk mendekatkan diri dengan Ilahi, santri identik dengan seorang yang meninggalkan kampung halaman untuk pergi menimba ilmu agama di sebuah lemabaga pendidikan non formal atau pesantern. Di dalam pondok pesantren, santri hidup secara bersama-sama.

“Seorang santri diajarkan hidup dalam kesederhanaan. Dengan kedisplinan ini, kita akan lebih mudah beradaptasi dalam kondisi apapun,” katanya.

Misran mengungkapkan bahwa setiap 21 Oktober diperingati sebagai hari santri nasional dan perayaan hari santri di MTsN 3 kota Banjarmasin biasanya dilaksanakan secara meriah. “Namun karena adanya pandemi Covid-19 dan pembelajaran masih secara daring, maka peringatan hari santri tidak dapat dilaksanakan,” ungkapnya.

Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Kesiswaan MTsN 3 Kota Banjarmasin Sahriadi, mengatakan karena hari santri ini bertujuan untuk mengenang jasa para kiai dan santri yang dulu kala terlibat langsung dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“Ini adalah semangat Bangsa Indonesia setelah diakui sebagai hari besar nasional. Jadi peringatan ini sangat luar biasa, selain disambut oleh para kiai dan santri di seluruh Indonesia tetapi juga disambut oleh seluruh warga madrasah di Indonesia,” katanya.

Sahriadi berharap momentum hari santri dapat dijadikan semua pihak untuk bersatu dan bersama-sama membangun bangsa. “Berikan nuansa sejuk, nuansa yang mengarah ke persatuan dan kesatuan,” harapnya.

Penulis : Yanti
Foto : Yanti
Editor / Redaktur : badariah

Share