SEKILAS INFO
26-09-2021
  • 2 bulan yang lalu / PENGUMUMAN PEMBAGIAN KELAS SUDAH DI SHARE, SILAKAN KALIAN CEK. SELAMAT BERGABUNG DI MTsN 3 Kota Banjarmasin
1
Jul 2021
0
Menciptakan Madrasah yang Ideal

Madrasah hendaknya menjadi tempat dimana semua siswa dapat belajar dengan baik, Madrasah harus menjadi lembaga yang adil dengan memberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang sama baik secara kualitas maupun kuantitas bagi setiap siswa. Ini didasarkan pada asumsi bahwa setiap anak di lahirkan dengan tingkat kecerdasan bawaan yang sama dan kemampuan lebih merupakan hasil pencarian ketimbang anugerah.
Seorang anak bisa menjadi lebih atau kurang cerdas di samping tergantung pada kondisi keluarga, juga pada lingkungan sosial dan pendidikan ia alami. Di sinilah Madrasah diharapkan dapat memainkan peranan penting dalam pembentukan intelektual,emosional dan sepiritual anak. Madrasah seharusnya menjadi wadah pemupukan kecerdasan setiap siswa dan diatas segalanya menjamin agar setiap anak mendapat kesempatan belajar yang sama dan layak.
Untuk mendapatkan hasil pendidikan yang optimal tersebut, Madrasah perlu memiliki kultur Madrasah diantaranya : lingkungan yang teratur, kesepakatan dan kerja sama antar guru, konsentrasi kepada kemampuan dasar dan waktu yang di butuhkan untuk belajar, pemantauan terhadap kemajuan siswa, administrasi dan kepemimpinan, kebijakan yang melibatkan orang tua dan harapan yang tinggi.
Berkenaan dengan itu, tiga karakter dasar madrasah di bawah ini perlu di kembangkan secara holistik agar dapat menciptakan Madrasah yang mendekati kriteriea-kriteria idealisme pendidikan modern.
Pertama, memiliki kultur yang kuat. Kultur merupakan jiwa madrasah yang memberkan makna bagi setiap kegiatan kependidikan Madrasah dan menjadi jembatan antarra aktivitas dan hasil yang di capai. Kultur adalah sebuah keadaan yang mengantarkan siswa Madrasah melebihi batas -batas kekurangan manusiawi menuju tingkat kereativitas, seni dan intelek yang tinggi. Kultur juga merupakan kendaraan untuk mentransimisikan nilai-nilai Pendidikan. Karena itu Kultur Madrasah, dalam hal ini Kultur Berlajar, haruslah di bangun sejak awal agar semua elemen madrasah memiliki komitmen untuk kemajuan madrasah.
Kedua, Kepemimpinan kolaboratif dan belajar kolektif
Kepemimpinan dalam Madrsah haruslah didefinisikan sebagai sebuah proses belajar bersama yang saling menguntungkan yang memugkinkan seluruh unsur masyarakat Madrasah turut ambil bagian dalam membangun kesepakatan yang mengakomodir berbagai kepentingan. Kolaborasi yang di maksud bukan hanya sekedar berarti setiap orang mampu menyelesaikan pekerjaannya, tapi yang terpenting adalah semuanya di lakukan dalan suasana kebersamaan dan saling mendukung. Kolaborasi menjadi syarat jika kita ingin agar Madrasah menjadi learning organization karena kolaborasi berhubungan erat dengan norma dan kesempatan bagi terjadinya proses belajar yang terus menerus.
Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa proses belajar umumnya merupakan aktifitas komunal, sebuah proses tukar menukar budaya antara individu atau kelompok, karena itu model kepemimpinan kolaboratif menjadi penting dikembangkan di madrasah. Model kepemimpinan kolaboratif ini menemukan titik relevansinya ketika setiap Madrasah diharuskan memiliki Majelis Madrasah sebagai patner aktif Madrasah dalam meningkatkan mtut pendidikannya.
Ketiga, membiasakan siswa menghadapi perubahan. Hidup adalah perubahan, Secara alami perubahan tidak bisa diprediksi. Agar bisa memahami dan berbuat dalam kondisi yang tidak bisa di prediksi tersebut sebuah upaya pendidikan yang terus menerus, seumur hidup menjadi sebuah kemestian. Dengan kata lain untuk menciptakan budaya belajar yang terus menerus maka perubahan perlu di ciptakan, perubahan dalam bentuk ketidak pastian dan keraguan perlu secara sengaja diciptakan di Madrasah untuk mendorong terciptanya kegiatan belajar yang terus menerus.
Jika intelgensi berarti kemampuan untuk mencari apa yang meragukan dan berusaha memahaminya, dan jika tujuan pendidikan formal adalah untuk memupuk intellgensia manusia, maka madrasah hendaknya membuka diri terhadap ketidak pastian. Sebuah lembaga pendidikan yang secara aktif merespon ketidak pastian adalah penting untuk kelangsungan sebuah masyarakat yang belajar.(*)

 

Artikel ini telah tayang di BangkaPos.com dengan judul Opini: Menciptakan Madrasah yang Ideal, https://bangka.tribunnews.com/2014/03/07/opini-menciptakan-madrasah-yang-ideal.